Penyusunan Dokumen Lingkungan dan Sosial Pembangunan Gedung Laboratorium Terpadu dan Gedung Workshop Terpadu Politeknik Negeri Samarinda
Studi Kasus Proyek

Penyusunan Dokumen Lingkungan dan Sosial Pembangunan Gedung Laboratorium Terpadu dan Gedung Workshop Terpadu Politeknik Negeri Samarinda

Politeknik Negeri Samarinda Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia Berlangsung 2026 — Sekarang
Klien
Politeknik Negeri Samarinda
Lokasi
Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia
Status
Berlangsung
Periode
2026 — Sekarang
Ikhtisar

Gambaran Proyek

Politeknik Negeri Samarinda membangun dua fasilitas baru di kawasan Kampus Gunung Panjang, Samarinda Seberang, Kalimantan Timur: Gedung Laboratorium Terpadu delapan lantai dan Gedung Workshop Terpadu lima lantai, berjarak sekitar 100 meter dan dibangun secara paralel. Kegiatan ini juga mencakup pembongkaran delapan gedung eksisting berusia sekitar 36 tahun. Pembiayaan berasal dari Asian Infrastructure Investment Bank melalui program PIGreen, sehingga dokumen yang disusun harus memenuhi kerangka hukum Indonesia sekaligus AIIB Environmental and Social Framework.

Tim kami menangani penyusunan seluruh paket dokumen lingkungan dan sosial yang menjadi prasyarat Persetujuan Lingkungan dan kesiapan pembiayaan, dikerjakan sebagai satu rangkaian terpadu agar data rona awal dan temuan kajian tetap konsisten antar dokumen.

Lingkup Pekerjaan

  • ESIA dan ESMP (AIIB ESF/ESS1) — deskripsi proyek dan area pengaruh pada fase demolisi, konstruksi, dan operasi; analisis kesenjangan regulasi Indonesia terhadap AIIB ESF; penapisan dan penglingkupan; analisis alternatif; rona awal biofisik dan sosial ekonomi; penilaian risiko dan dampak termasuk dampak kumulatif, mitigasi GRK dan CRVA, K3 dan keselamatan masyarakat, ketenagakerjaan, serta kelompok rentan; penyusunan ESMP berikut program pemantauan, kelembagaan, dan estimasi biaya.

  • Kajian LARDD (ESS2) — terintegrasi di dalam ESIA, mencakup due diligence status dan riwayat perolehan lahan serta verifikasi lapangan atas ketiadaan pengguna lahan informal, tenant, maupun PKL di dalam tapak berpagar.

  • AMDAL (PP 22/2021) — penapisan jenis dokumen bersama instansi lingkungan hidup, survei rona lingkungan awal penuh dengan pengujian pada laboratorium terakreditasi KAN, serta penyusunan Formulir Kerangka Acuan, ANDAL, dan RKL-RPL.

  • Pertek Baku Mutu Air Limbah (BMAL) — identifikasi sumber air limbah domestik, laboratorium, dan workshop; perhitungan debit dan neraca air; evaluasi sistem IPAL termasuk kebutuhan pra-olahan limbah laboratorium; penentuan titik penaatan dan rencana pemantauan.

  • Pertek Baku Mutu Emisi (BMUE) — inventarisasi sumber emisi tidak bergerak termasuk genset cadangan, neraca massa, kajian cerobong dan lubang sampling, sistem pengendalian emisi, dan rencana pemantauan.

  • Rintek TPS Limbah B3 — identifikasi limbah kimia laboratorium dan workshop, e-waste, serta limbah demolisi terkontaminasi; perhitungan timbulan dan neraca limbah; perencanaan spesifikasi teknis TPS.

  • ANDALALIN — survei traffic counting, kecepatan, dan geometrik jalan; analisis bangkitan dan tarikan perjalanan pada tahap demolisi, konstruksi, dan operasi; rekomendasi akses, parkir, dan sirkulasi internal kampus.

  • Pendampingan KKPR — penelusuran status KKPR eksisting, penyiapan peta/poligon tapak dan kajian kesesuaian terhadap RTRW/RDTR Kota Samarinda, serta pengawalan permohonan melalui OSS-RBA.

Fokus Teknis

  • Survei penapisan material mengandung asbes (ACM) pada delapan gedung yang akan dibongkar, lengkap dengan rencana penanganan dan pengelolaannya.

  • Pendalaman risiko laboratorium dan workshop — penanganan dan penyimpanan bahan kimia, keselamatan riset, kesiapsiagaan tanggap darurat, dan pengelolaan limbah B3.

  • Pemodelan dampak dispersi udara, kebisingan dan getaran, serta hidrologi dan drainase.

  • Keselamatan kampus yang tetap beroperasi — pengendalian debu, kebisingan, dan getaran selama demolisi dan konstruksi paralel di tengah aktivitas perkuliahan.

  • Pelibatan masyarakat yang bermakna dan pengungkapan informasi, termasuk forum khusus bagi kelompok perempuan dan rentan, didukung Stakeholder Engagement Plan dan mekanisme penanganan pengaduan (GRM) tingkat proyek.

  • Penyajian dwibahasa Indonesia dan Inggris sesuai kebutuhan penilaian AIIB.

Keluaran

Dokumen ESIA-ESMP berikut SEP, GRM, dan kajian LARDD terintegrasi; paket AMDAL (Formulir KA, ANDAL, RKL-RPL); Pertek BMAL; Pertek BMUE; Rintek TPS LB3; ANDALALIN; serta laporan penelusuran status dan kelengkapan permohonan KKPR.

Tertarik dengan Proyek Serupa?

Bicarakan dengan pakar kami tentang solusi yang disesuaikan dengan proyek Anda.

Kami menghargai privasi Anda

Kami menggunakan cookie untuk menjaga keamanan situs, mengingat pilihan Anda, dan memahami cara situs digunakan. Anda dapat menerima semua, menolak yang opsional, atau memilih apa yang diizinkan.

Baca Kebijakan Cookie kami

Preferensi Cookie

Necessary

Diperlukan agar situs berfungsi — sesi, keamanan, anti-spam, dan menyimpan pilihan Anda.

Selalu aktif

Analytics

Memungkinkan kami memakai Google Analytics (GA4) untuk memahami penggunaan situs secara agregat. Hanya dimuat jika Anda mengizinkannya.

Marketing

Tidak digunakan saat ini. Disediakan untuk pengukuran iklan atau kampanye di masa depan.

Preferences

Mengingat pilihan yang mempersonalisasi pengalaman Anda.